Dendam Sejarah “ Kenapa kau menulis, Fajar ?” “ Dendam,” jawab Fajar. “Dendam ?” Fauzi tanya keheranan. “ya,dendam sejarah. Sewaktu aku kecil dulu, aku suka sekali membaca. Membaca apa saja. Setiap selesai membaca, aku selalu bertanya soal kenapa aku lebih kenal gagasan dari penulis buku yang ku baca dari pada gagasan kakek ku sendiri? misalnya, kenapa aku lebeh kenal Albert Einstien, Pablo Neruda, Pramoedya Ananta Toer, atau yang lainnya yang bukan siapa-siapa buatku dari pada kakekku sendiri yang jelas-jelas mewariskan gen kehidupan buatku.” Fauzi masih heran pada jawaban fajar. Fajar menyesap tehnya. “Ternyata, sebabnya satu, Fauzi “ Fajar melanjutkan. Fauzi masih serius memperhatikan. “Apa itu ? “ Tanya fauzi. “Sebab mereka semua menulis, sementara kakekku tak sempat meninggalkan selembar tulisanpun semasa hidupnya. Sejak itulah, aku memendam dendam. Aku tak mau kelak cucuku, atau orang-orang terdekatku lebih mengenal siapa orang lain...
Iseng-iseng Bermanfaat